MATERI 2 - INSTALASI DAN KONFIGURASI SERVER DATABASE
Saya, Marinda Cahya P, dari Kelas 2B dengan nomor absen 16, menulis materi ini sebagai rangkuman dari Praktikum Instalasi dan Konfigurasi Server Database yang dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 2025. Topik yang dibahas dalam praktikum ini adalah Instalasi dan Konfigurasi Server Database. Rangkuman ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas praktikum Mata Kuliah Sistem Manajemen Basis Data. Jika terdapat kesalahan dalam penulisan atau gambar yang kurang jelas, saya mohon maaf.
INSTALASI DAN KONFIGURASI SERVER DATABASE
Latar Belakang
Dalam Pengelolaan data, Pemilihan sistem database yang tepat sangat penting untuk memastikan kinerja, skalabilitas, dan keamanan aplikasi. MySQL sebagai salah satu database relasional (RDBMS) banyak digunakan dalam pengembangan aplikasi berbasis data. Selain itu, pemahaman tentang database non-relasional (NoSQL) juga menjadi penting dalam skenario tertentu seperti big data dan aplikasi real-time.
Permasalahan yang diangkat
- Bagaimana cara memilih antara database relasional dan non-relasional?
- Bagaimana proses instalasi dan konfigurasi MySQL sebagai database server?
- Bagaimana cara melakukan konfigurasi lanjutan seperti pengubahan port, buffer pool size, dan pengaturan password?
Skenario aktivitas
2. Melakukan Instalasi MySQL dari awal hingga akhir, dengan dokumentasi melalui screenshot.
3. Melakukan konfigurasi MySQL, termasuk:
- Mengubah Port default dari 3306 menjadi 3309
- Mengatur innodb_buffer_pool_size menjadi 25% dari RAM
- Mengubah password root MySQL.
Pembahasan (Latihan Soal)
1. Database Relasional VS Non-Relasional
- Database Relasional (RDBMS)
- Menyimpan data dalam tabel dengan hubungan antar data menggunakan primary key dan foreign key.
- Cocok untuk aplikasi dengan struktur data yang jelas dan membutuhkan transaksi yang konsisten (ACID Compliance).
- Contoh: MySQL, PostgreSQL, Microsoft SQL Server.
- Database Non-Relasional (NoSQL)
- Tidak menggunakan skema tabel tetap dan lebih fleksibel dalam penyimpanan data.
- Cocok untuk aplikasi yang menangani data dalam jumlah besar dengan format yang tidak tetap.
- Contoh: MongoDB, Redis, Cassandra.
2. Instalasi MySQL
- klik Execute > klik next
- Isikan Password yang telah di tentukan tadi hingga connect dan benar > klik next
- Klik Finish > dan MySQL siap digunakan
3. Konfigurasi MySQL
- Mengubah Port default dari 3306 menjadi 3309
- Mengatur innodb_buffer_pool_size menjadi 25% dari RAM
- Query untuk mengatur innodb_buffer_pool_size di maria db (cmd):
- Query Untuk melihat innodb_buffer_pool_size di maria db (cmd):
Nb: Untuk menghitung 25% dari 8GB RAM(Sesuaikan dengan RAM masing - masing PC /laptop) dan mengubah nilai innodb_buffer_pool_size pada MySQL, pertama-tama kita perlu menghitung nilai dalam byte.
8 GB = 8 * 1024 * 1024 * 1024 bytes = 8,589,934,592 bytes.
25% dari 8GB = 8,589,934,592 * 0.25 = 2,147,483,648 bytes.
- Mengubah password root MySQL.
Sebelumnya tadi password awal yakni root. Lalu setelah perubahan menjadi 1234.
4. Pembuatan Database dengan nama kelompok_AB_nama_mhs
Kesimpulan
- Database relasional cocok untuk aplikasi dengan struktur data yang jelas, sedangkan database non-relasional lebih fleksibel untuk data yang terus berkembang.
- Instalasi MySQL memerlukan konfigurasi yang tepat agar optimal dalam penggunaan.
- Perubahan konfigurasi seperti port, buffer pool size, dan password dapat dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan kinerja database.

Komentar
Posting Komentar